Ingin nonton piala U19 AFC 2018? Ini harga tiket dari PSSI

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi merilis harga tiket untuk turnamen Piala AFC U-19 2018 yang akan berlangsung 18 Oktober hingga 4 November di Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Selasa (16/10) tiket dijual dengan harga bervariasi dari Rp 50.000 hingga Rp 500.000.

Tiga stadion akan menjadi venue ajang bergengsi tingkat Asia ini yakni Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi, dan Stadion Pakansari Cibinong.

Tiket dijual melalui online dan manual. Untuk pembelian via online khusus Grup A bisa dibeli di website www.pssi.org .

Grup A diisi oleh tuan rumah Indonesia, Chinese Taipei, Qatar, Uni Emirat Arab. Tiket manual Grup A dijual pada hari H pertandingan di PSSI Store di Permata Belezza.

Sedangkan penjualan online grup B,C, dan D bisa dibeli di website www.bukalapak.com.

Pembelian manual grup B saat hari H pertandingan bisa dibeli di loket box Stadion Pakansari, Cibinong.

Sedangkan, pembelian manual grup C dan D bisa dibeli saat hari H pertandingan di loket box Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi.

Khusus Grup A, PSSI mencetak sebanyak 21 ribu lembar tiket pada tanggal 18 Oktober, 24.000 tiket di 21 Oktober, dan 21 ribu tiket di 24 Oktober.

Sementara untuk laga Grup B,C, dan D, PSSI mencetak 800 tiket setiap hari pertandingan.

Satu tiket berlaku untuk dua pertandingan di hari yang sama. Sedangkan untuk laga perempat final, semi final dan final dalam waktu dekat PSSI akan kembali merilis harga tiketnya.

Harga Tiket Babak Penyisihan Grup Piala AFC U-19 2018 :

Gelora Bung Karno, Jakarta
VIP Barat: 500.000
VIP Timur: 400.000
Kategori 1: 200.000
Kategori 2 (Utara/Selatan): 100.000
Kategori 3 (Tribun Atas): 50.000

Patriot Chandrabhaga, Bekasi
VIP: 150.000
Kategori 1: 75.000
Kategori 2: 50.000

Pakansari, Cibinong
VIP: 150.000
Kategori 1: 75.000
Kategori 1: 50.000

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Sanny Cicilia

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Sanny Cicilia

SEPAK BOLA

Sukses Asian Games, Olimpiade Tokyo 2020 jadi fokus Kementerian Pemuda dan Olahraga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia mengukir cerita manis di Asian Games 2018 dengan menyabet 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu. Indonesia pun menduduki peringkat empat, posisi terbaik selama mengikuti ajang Asian Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan keberhasilan Indonesia menempati peringkat empat dalam Asian Games 2018 merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi Indonesia. “Ini menjadi sejarah baru. Ini merupakan perjuangan para atlet di Asian Games,” kata Imam dalam keterangan persnya, Selasa (16/10).

Imam bilang, ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tetapi melalui proses perjuangan panjang. Kerja keras para atlet, pelatih, asisten pelatih, pengurus cabang olahraga dan dukungan pemerintahan secara maksimal berbuah manis.

“Pemerintah memberikan dukungan dan perhatian penuh. Dari proses pelatnas, mendampingi hari per hari saat latihan dan pertandingan, hingga penghargaan atas prestasinya berupa bonus uang yang diberikan sebelum penutupan, pengajuan menjadi PNS/ASN melalui KemenPAN-RB, dan pemberian rumah melalui regulasi KemPUPR, juga diberikan pada pelatih,” kata Imam.

Ini menjadi motivasi menyambut Sea Games 2019 di Philipina dan Olimpiade Tokyo 2020. “Bahwa Olimpiade harus dipersiapkan dari sekarang. Kita bersyukur karena di Asian Games kemarin, banyak olahraga Olimpiade yang menghasilkan banyak medali. Ini artinya ada peningkatan di olahraga yang sangat signifikan,” kata Imam.

Butuh anggaran besar untuk semakin meningkatkan prestasi. Anggaran tidak lagi divoting secara merata tapi betul-betul difokuskan untuk pencapaian target besar negara. “Sasaran kita adalah Olimpiade, SEA Games kita siapkan untuk lapis kedua sehingga mereka punya banyak pengalaman bertanding,” katanya.

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Yoyok

Reporter: Willem Kurniawan
Editor: Yoyok

OLAHRAGA

Sama seperti unicorn, asing berpotensi akan mencaplok NextIcorn

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Konvensi Internasional Next Indonesia Unicorn (NextIcorn). Platform NextICorn menyederhanakan dan mempromosikan startup potensial Indonesia kepada pemodal ventura dan investor dari seluruh dunia. “KIta menyediakan platform yang dapat mempertemukan perusahaan berbasis teknologi atau start up digital potensial dan terkurasi di Indonesia dengan venture capital global. Tujuannya mempersingkat proses berinvestasi dengan menyediakan investor yang serius dari seluruh dunia dengan start-up Indonesia agar mudah menjadi unicorn,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara, Sabtu (13/10), dalam rilis.

Beberapa di antara start up di Indonesia sudah termasuk dalam jajaran unicorn, yakni  dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 15 triliun. Sejak tahun 2015, terdapat empat perusahaan rintisan yang sudah berpredikat unicorn di Indonesia, yakni GoJek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. 
Menariknya para unicorn tersebut memicu masuknya investor asing. Tokopedia misalnya hinggap investor raksasa sekelas Sequoia, Softbank, dan Alibaba.

Lalu tercatat, dua perusahaan investasi papan atas asal AS, Sequoia Capital dan Warburg Pincus LLC, menjadi pemilik GoJek sejak tahun 2015. Investor lain adalah Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, Formation Group, KKR, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets. Sokongan para investor asing pada unicorn pertama Indonesia itu, diperkuat dengan kehadiran Google yang menggelontorkan dana Rp 16 triliun pada akhir 2017. Menyusul kemudian, konglomerat lokal Astra International dengan dana investasi Rp 2 triliun. Selain investor asal AS, sinar terang GoJek juga menarik minat pemodal China. Tiga perusahaan raksasa China, yakni Tencent, JD.com dan Meituan Dianping juga telah menjadi pemilik Go-Jek. Tencent misalnya rela menggelontorkan dana sebesar US$1,2 miliar untuk memodali bisnis GoJek yang masih terbilang bakar uang.

  

Reporter: Ahmad Febrian
Editor: Ahmad Febrian

Reporter: Ahmad Febrian
Editor: Ahmad Febrian

BISNIS START-UP

Perjalanan karier Ahmad Mohamad, insinyur elektro yang sukses di bisnis logistik

KONTAN.CO.ID – Lahir dan besar di wilayah perkampungan Singapura tak membuat Ahmad Mohamad menjadi rendah diri. Keinginan Ahmad untuk terus belajar membawanya ke jalur sukses. Mengawali karier sebagai staf analis di Singapore Mass Rapid Transit Corporation, Kini Ahmad sukses di bisnis logistik lewat DHL Express Indonesia. Seperti apa kisahnya ?

Ahmad Mohammad mendapatkan mandat untuk memimpin DHL Express Indonesia sejak 2010. Artinya ia sudah delapan tahun menjadi managing director perusahaan layanan logistik global terkemuka ini.
Ahmad merasa, keberhasilan mencapai puncak kariernya di DHL Express merupakan buah dari prinsip yang dia pegang sejak kecil. Dari kecil Ahmad selalu ingin membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang bijaksana dan profesional, di manapun ia akan ditugaskan.
Saat berbincang dengan KONTAN di kantornya, Selasa (9/10) lalu, ayah empat anak ini menceritakan kisah perjalanan kariernya hingga bisa memimpin perusahaan logistik multinasional tersebut di Indonesia.
“Ketika ditunjuk memegang DHL Express Indonesia, saya berpegang pada prinsip untuk membanggakan Indonesia,” ujarnya.
Meski lahir dan dibesarkan di Singapura, bukan berarti Ahmad dibesarkan dalam keluarga yang mapan secara ekonomi. Ahmad berasal dari wilayah Pasir Panjang yang berada di barat daya Singapura. Secara ekonomi, wilayah ini memang masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah lain di negeri Merlion. Apa lagi, kala Ahmad kecil, Singapura baru saja memisahkan diri dari Malaysia.
Ahmad mengaku dirinya berasal dari keluarga sederhana, namun tetap mengedepankan pendidikan. Kedua orangtuanya menjadikan pendidikan sebagai modal utama untuk mengantarkan anak-anaknya menuju kesuksesan.
Ibu, adalah sosok yang menanamkan nilai kerja keras dalam diri Ahmad sejak dia kecil. Itu pula yang membuat dia sejak masa SMP dan SMA selalu membantu ibunya berjualan kue. Kendati sibuk membantu ibu berjualan, Ahmad selalu menyediakan waktu untuk belajar.
Alhasil, sejak SMP hingga lulus SMA, Ahmad selalu mendapat predikat top student. Maka tak heran, bila ia bisa menggenggam beasiswa begitu lulus SMA.
Berbekal beasiswa dari pemerintah Singapura itu, Ahmad kuliah National University of Singapura jurusan Electrical dan Electronics Engineering. Alhamdulillah, saat kuliah saya juga mendapatkan top student di Singapura, Kata Ahmad.
Tahun 1986, Ahmad menyelesaikan kuliahnya dan menyandang gelar Sarjana Teknik Elektro. Toh, predikat top student yang diraihnya tak lantas membuat Ahmad bersantai diri saat mencari pekerjaan.
Dia pun melamar pekerjaan di Singapore Mass Rapid Transit Corporation (SMRTC) sebagai system analyst untuk perangkat lunak (software). Meskipun pekerjaan ini berkaitan dengan pendidikannya, tapi Ahmad merasa tak nyaman. Ia merasa pekerjaan itu tak sesuai dengan harapannya.
Maka, pada 1987 dia pindah ke Singapore Airlines. Selama 4,5 tahun, ayah empat anak ini bekerja di perusahaan penerbangan tersebut.
Ahmad merasakan, pengalamannya saat bekerja di maskapai milik Singapura ini luar biasa. Selain di pimpin oleh manajemen perusahaan yang bagus, Singapore Airlines saat itu memberikan tanggung jawab yang besar kepadanya yang terbilang masih berusia muda.
Saat itu Ahmad mendapatkan tugas multitasking alias berbagai jenis tugas dalam satu pekerjaan. Mulai dari menangani pesawat yang terlambat, hingga menghadapi penumpang di bandara.
“Saya menilai pekerjaan ini cukup menyenangkan, karena dengan adanya masalah yang harus dihadapi, kita jadi belajar bagaimana cara mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.
Tahun 1991, Ahmad melepaskan kariernya di Singapore Airlines dengan jabatan terakhir sebagai manajer. Dia pun mulai masuk ke bisnis teknologi industri dengan menjadi seorang sales manager di Singapore Precision Industry. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Singapore Technology Engineering Ltd.
Dengan posisi ini, Ahmad bukan hanya bekerja untuk membawahi area Singapura, tapi juga menangani wilayah pemasaran untuk Malaysia dan Brunei.
Tahun 1995, barulah Ahmad masuk ke DHL Express. Jabatan awal yang dipegangnya adalah general manager. Setelah tujuh tahun bekerja di posisi yang sama dengan hasil yang ciamik, membawa karier Ahmad terus menjulang.
Tahun 2002, dia dipindahkan DHL Express ke Malaysia untuk menjadi Direktur Operasional. Tahun 2006, DHL Express menempatkannya di Thailand. Lagi-lagi hasil pekerjaan Ahmad di sini cemerlang, sehingga tahun 2008 dia kembali dipindah untuk memimpin DHL Express di Filipina. Lalu, dua tahun berikutnya dia dipindahkan lagi ke Indonesia dan masih bertahan hingga saat ini.
Benahi manajemen
Kendati memiliki pengalaman selama hampir 15 tahun di DHL Express, ia merasakan mendapatkan tugas yang tidak ringan saat masuk Indonesia.
Ahmad bercerita, ketika awal dia datang ke Indonesia, DHL Express Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang tua secara fisik. Fasilitasnya sudah tua, investasinya pun saat itu minim.
Namun, saat baru menjejakkan kaki di Indonesia, Ahmad tak banyak berkata-kata. Dia memilih langsung bekerja. Ia merekrut karyawan-karyawan di Indonesia, dan secara perlahan membenahi manajemen perusahaan ini.
Lalu Ahmad mematangkan keputusannya meminta dana untuk membenahi DHL Express pada tahun berikutnya. Dana tersebut dia pergunakan untuk membangun dan membeli fasilitas-fasilitas pendukung bisnis DHL Express Indonesia. Misalnya, mobil kurir untuk kenyamanan staf, dan hampir semua fasilitas diperbaharui.
Prinsip saya, ini bukan hanya untuk DHL Express. Ini untuk warga negara Indonesia. Kami harus bangga menjadi bagian dari Indonesia, kata Ahmad.
Ahmad sangat antusias untuk membesarkan DHL Express di Indonesia dan membawa perusahaan ini terus tumbuh. Bahkan ia menjanjikan bahwa setiap tahun sejak 2010 hingga saat ini, bisnis perusahaan ini selalu bisa mencetak pertumbuhan.
Pada perjalanannya, janji itu mampu ia penuhi. Hingga saat ini, DHL Express setiap tahun selalu mencetak pertumbuhan bisnis yang terbilang tinggi, yakni hingga high single digit atau mendekati 10%.
Ahmad juga membuktikan kinerja DHL dengan meraih penghargaan The Best Country Indonesia Pacific Award. Prestasi ini sejarah yang luar biasa bagi perjalanan karier Ahmad.
Pertumbuhan kami sangat bagus dari tahun ke tahun, dan saya percaya potensi industri di Indonesia dengan jumlah manusia sekitar 267 juta jiwa dapat memberikan kontribusi dan meningkatkan daya beli, tambahnya.
Salah satu kunci keberhasilan hmad membangun bisnis DHL yang terus bertumbuh di Indonesia adalah karena dia selalu memberikan gambaran soal kepemimpinan kepada para karyawannya.
Saya sering memberikan gambaran kalau saya meninggal, apakah mereka akan menangis? Berterimakasih kepada saya? Apakah saya sudah berkontribusi bagi kesuksesan mereka? katanya.
Ahmad tak ingin menjadi orang terkenal. Ia hanya ingin menjadi bagian dari kesuksesan orang lain. Menurutnya, apa yang dia lakukan kepada orang lain, maka suatu saat pasti orang lain itu akan melihat kepadanya.
Selain memberikan gambaran sebagai seorang pemimpin, imbuh Ahmad, hal yang dia tekankan sebagai pemimpin di perusahaan ini adalah membangun budaya kepercayaan dengan karyawan-karyawan. Apa yang sudah dijanjikan, harus dijalankan dan dituntaskan.
Saya itu suka dan sering mendekatkan diri dengan karyawan secara satu per satu. Saya bisa ngobrol sampai dua jam untuk saling berbagai perasaan bagaimana mereka kerja di DHL, dan bagaimana semangat mereka. Ini kesempatan bagi saya untuk mendekatkan diri pada karyawan, harapnya.
Ahmad juga mengklaim sering meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama dengan karyawan-karyawannya mulai dari makan siang, karaoke bersama, dan makan malam. Tak hanya itu, bahkan dalam satu tahun ternyata Ahmad sering merencanakan kegiatan mendaki gunung sebanyak 2-3 kali dalam setahun.
Salah satu hobi saya itu mendaki gunung. Saya sudah pernah mendaki Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, dua minggu yang lalu saya baru saja ke sana. Gunung Ungaran, Gunung Batur, dan masih banyak lainnya, ujar Ahmad.
Rencananya, tahun depan dia akan mendaki Gunung Agung bersama teman-teman kantor DHL Express. Ahmad merasakan bahwa saat mendaki gunung, keakraban yang ada itu luar biasa, Kalau ada kemah dan kegiatan daki gunung, saling menolong satu sama lain, itu nilainya,” ujarnya.

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Narita

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Narita

TOKOH

Managing Director DHL Ahmad Mohamad, selalu rindu berkumpul bersama keluarga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ahmad Mohamad berupaya menghabiskan waktu luang bersama keluarga. Ia berusaha bercengkerama dengan keluarga meskipun di tengah kesibukannya sebagai Managing Director dan juga Senior Technical Advisor di DHL Express Indonesia.

Kini, Ahmad tinggal berdua di Jakarta bersama sang istri. Pada akhir pekan biasanya ia beraktivitas bersama sang istri untuk berolahraga di pusat kebugaran (gym), menikmati makan siang, makan malam, dan jalan-jalan. “Hari Minggu kami ikut car free day atau berolahraga di area hari bebas kendaraan bermotor,” ujarnya.

Maklum, empat orang anaknya sudah beranjak dewasa dan mulai menginjakkan kaki pada karier masing-masing. Anak pertamanya berkarier di DHL Express Singapura. Anak kedua seorang dokter di Singapura Hospital. Anak ketiga bekerja sebagai asisten marketing manager di salah satu perusahaan di Singapura. Sedangkan anak keempat menjadi dokter di Inggris.

Ahmad mengungkapkan selalu rindu berbagai momen bersama dengan anak-anaknya, terutama dengan anak keduanya yang kini menjadi dokter di Singapura. Ahmad sempat merasa bersalah hingga kini karena sempat melarang anaknya bersekolah kedokteran di Melbourne, Australia. Pertimbangan dia melarang sekolah ke Australia, selain jauh, Ahmad juga mempertimbangkan soal biaya yang tidak murah.

Beruntung, meskipun gagal ke Australia, anaknya tetap bisa menjadi dokter. Sebab, sang anak menimba ilmu di salah satu institusi pendidikan di Singapura yang dikelola oleh Duke University.

Ceritanya, Duke University, salah satu sekolah kedokteran terbaik di Amerika Serikat, mencari 55 pelajar. Dari ribuan orang di dunia yang mendaftar hanya 55 orang yang diterima. “Alhamdulillah anak kedua saya membuktikannya. Dia lolos dan menjadi momen paling membahagiakan bagi saya dan keluarga,” ujarnya. 

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Narita

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Narita

TOKOH

Begini tampilan Samsung Galaxy A7 2018 dibanderol Rp 4,5 juta

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah meluncurkannya di India, Samsung akhirnya memboyong Galaxy A7 ke Indonesia. Ponsel ini menjadi smartphone triple-camera pertama bagi Samsung.

“Fokus utama sudah pasti kamera untuk memenuhi kebutuhan para milenial yang eksploratif, mencoba hal baru, dan ingin mengunggah konten di sosmed dengan kualitas paling bagus,” papar Denny Gallant, Head of IT&Mobile Product Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Masing-masing kamera memiliki konfigurasi yang berbeda, sesuai fungsinya. Kamera utama memliki resolusi 24 megapiksel dengan bukaan f/1.7.

Kamera kedua memiliki resolusi 8 megapiksel dengan lensa bukaan f/2.4, lensa kamera kedua ini memiliki cakupan ultra wide angle, yang mencakup sudut hingga 120 derajat dari yang biasanya hanya 77 derajat.

Kamera ketiga memiliki sensor resolusi 5 megapiksel dengan bukaan lensa f/2,2 yang digunakan sebagai depth camera.

Dengan tiga kamera ini, pengguna lebih dimudahkan untuk mengganti fitur dari wide-angle ke efek bokeh. Sementara itu, di bagian depan terpasang kamera tunggal dengan resolusi 24 megapiksel lensa f/2,2 untuk memenuhi kebutuhan selfie.

Dibanding Galaxy A9 yang diluncurkan bebarengan, Galaxy A7 memiliki ukuran layar lebih kecil, yakni 6 inci. Namun keduanya sama-sama beresolusi full HD pluas dengan panel super AMOLED.

Tidak ditemukan sensor pemindai sidik jari di bodi belakang Galaxy A7 yang berbahan aluminium tersebut. Sebab, Samsung menempatkan pemindai sidik jari di sisi kanan perangkat, tepat di bawah tombol volume.

Di sektor hardware, Galaxy A7 (2018) dipersenjatai dengan chipset Exynos 7885, CPU octa-core, sama dengan yang tertanam di Galaxy A8. Baterainya memiliki kapasitas 3.300 mAh. Namun Galaxy A7 belum memiliki fitur fast charging atau pengisi daya cepat.

Karena menyasar segmen milenial, Galaxy A7 (2018) memiliki desain warna lebih atraktif. Ada empat varian warna yang tersedia, yakni hitam, blue, pink, dan gold.

Harga Samsung Galaxy A7

Soal harga, Samsung Galaxy A7 (2018) sudah mulai bisa dipesan di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 4.499.000.

Peminat bisa memesannya melalui beberapa e-commerce Indonesia, seperti Lazada, Blibli, Shopee.id, Telesindo, dan Erafone dengan harga tertera di atas. Samsung Galaxy A7 juga bisa dipesan melalui 300 gerai fisik yang bermitra dengan Samsung.

Khusus untuk periode pre-order, Samsung hanya menyediakan satu varian, yakni model dengan kapasitas RAM 4 GB dan memori internal 64 GB dengan harga Rp 4.499.000 tadi.

“Dua minggu lagi kami akan meluncurkan versi RAM 6 GB dan internal 128 GB,” imbuh Irfan Rinaldi, IT&Mobile Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

Untuk pembelian sesi pre-order yang berlangsung 12 – 19 Oktober, pembeli berhak mendapatkan cashback sebesar Rp 500.000. Cashback ini berlaku baik pembelian secara online maupun offline. (Wahyunanda Kusuma Pertiwi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A7 di Indonesia”

Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

SMARTPHONE / PONSEL PINTAR

Bonus Rp 3 miliar sudah menanti atlet para-atletik Sapto Yogo Purnomo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Atlet para-atletik Indonesia Sapto Yogo Purnomo hampir dapat dipastikan akan mengantongi bonus Rp 3 miliar dari keikutsertaannya di Asian Para Games 2018.  

Bonus tersebut diperoleh dari kebehasilannya meraih dua medali emas dari dua nomor perlombaan individu yang diikutinya.  

Ditemui seusai mengikuti nomor lari 100 meter T37 pria yang berlangsung di Stadion GBK, Jakarta, Selasa (8/10) malam, Sapto mengaku belum mengetahui rencananya setelah mendapatkan bonus. “Masih belum tahu, masih belum mikir,” ujar Sapto seraya tersenyum.      

Sampai sejauh ini, Sapto menyatakan masih menfokuskan perhatiannya pada dua perlombaan yang tersisa. Oleh karena itu, ia berharap mendapat dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia.  

“Setelah ini, saya masih ikut di nomor 400 meter dan nomor estafet,” ucap Sapto.

  

Presiden Joko Widodo telah menjanjikan akan memberikan bonus kepada peraih medali di Asian Para Games 2018.

Nilai bonus Asian Para Games sama dengan Asian Games. Itu artinya, peraih medali emas nomor individual akan menerima bonus senilai Rp 1,5 miliar. (Alsadad Rudi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Borong Dua Medali Emas, Bonus Rp 3 Miliar Menanti Sapto Yogo”,

Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

Sumber : Kompas.com
Editor: Yudho Winarto

ASIAN PARA GAMES